Jakarta, CNBC Indonesia - Bank BNI mencatatkan laba bersih Rp 11,44 triliun pada kuartal III-2018. Angka ini naik 12,6% dibandingkan laba periode yang sama tahun sebelumnya Rp 10,16 triliun. Meski laba tumbuh, margin BNI malah tertekan, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) turun dari 5,5% menjadi 5,3%. Direktur Keuangan Bank BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan penurunan NIM tersebut seturut dengan penurunan margin industri. NIM industri perbankan turun dari 5,3% menjadi 5,1%. Selain itu, penurunan margin tersebut karena BNI belum menaikkan bunga kredit meski Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuan lima kali. "Kita mau jaga kualitas kredit dan menekan cost agar buttom line bisa tercapai. Ini tak lepas dari bunga acuan," ujar Anggoro dalam paparan kinerja keuangan kuartal III-2018, di Jakarta, Kamis (18/10/2018).Anggoro menambahkan tahun ini BNI menargetkan NIM di kisaran 5,3% hingga 5,4% dan tahun depan NIM turun menjadi 5,3%. "Tahun depan kita akan fokus ke kualitas kredit," tambah Anggoro. Anggoro menambahkan penurunan NIM tahun depan karena suku bunga acuan akan naik 3 kali lagi tahun depan. dan BNI akan fokus pada kualitas kredit, fokus pada debitur-debitur berkualitas yang ingin bunga rendah. (roy/roy) Let's block ads! (Why?) October 18, 2018 at 11:33PM via CNBC Indonesia https://ift.tt/2yOGyNZ |
No comments:
Post a Comment