| Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil ekspor-impor serta neraca perdagangan periode September 2018. Ekspor September 2018 mencapai US$ 14,83 miliar atau tumbuh 1,7% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara impor mencapai US$ 14,60 miliar atau tumbuh 14,18% YoY. Hal ini menyebabkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 230 juta. Surplus ini lantas memutus tren defisit perdagangan secara dua bulan berturut-turut sebelumnya. Pada bulan Juli dan Agustus, neraca perdagangan mencatatkan defisit sebesar US$ 2,03 miliar dan US$ 950 juta. Apabila ditelusuri lebih jauh, surplus perdagangan di bulan lalu menjadi yang ketiga kalinya di tahun ini. Meski demikian, pada periode Januari-September 2018, defisit perdagangan tercatat sebesar US$ 3,81 miliar secara kumulatif. Sementara, di sepanjang kuartal III-2018, defisit perdagangan mencapai US$ 2,75 miliar. Lantas, apa penyebab surplus perdagangan yang terjadi pada bulan September 2018? Lalu bagaimana interpretasi neraca dagang yang surplus pada bulan lalu? Simak ulasan Tim Riset CNBC Indonesia.
(NEXT) (RHG/RHG) Let's block ads! (Why?) October 15, 2018 at 09:08PM via CNBC Indonesia https://ift.tt/2Ce8bDI | | If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.cnbcindonesia.com%2Frss&max=3, then Send me an e | | Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets. |
No comments:
Post a Comment